Bekasi Punya Waterways, RI Bakal Untung Rp 63 T

Terasbekasi3 4 4 19 News
Bekasi Punya Waterways, RI Bakal Untung Rp 63 T

cnbcindonesia.com

Kabar gembira bagi warga Bekasi, Jawa Barat. Setelah didatangi salju, Bekasi kini bakal memiliki Inland Waterways yang ditargetkan beroperasi penuh pada 2021 mendatang.

Inland Waterway atau Cikarang Bekasi Laut (CBL) dibangun dengan skema kerjasama pemerintah badan usaha (KPBU). Optimalisasi pembangunan proyek ini akan menghubungkan area off the road Pelabuhan Tanjung Priok dengan area hinterland.

Keberadaan Inland Waterways diharapkan dapat menekan biaya logistik yang sampai saat ini dianggap cukup mahal. Namun, siapa sangka hadirnya inland Waterway juga berdampak positif bagi ekonomi nasional?


Hal tersebut terungkap dalam sebuah dokumen pemaparan proyek Inland Waterway yang diterima CNBC Indonesia, Rabu (3/4/2019).

Adapun manfaat pengembangan Inland Waterway/CBL apabila dilihat dari sisi ekonomi makro selama analisis 50 tahun ke depan bisa mencapai Rp 63 triliun.

Manfaat tersebut terlihat dari pengurangan kepadatan lalu lintas jalan tol yang terdiri dari penghematan biaya operasional kendaraan Rp 4,8 triliun, penghematan nilai waktu tempuh Rp 419 miliar, dan penghematan biaya pemeliharaan jalan tol 365 miliar.

Kemudian berdampak pada pengurangan emisi sebesar Rp 6,2 triliun. Keberadaan Inland Waterway juga dapat meningkatkan daya tarik investor swasta lantaran adanya potensi kawasan industri baru sebesar Rp 50,9 triliun.

Pada tahap awal, sistem transportasi kanal akan menggunakan kanal eksisting yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, yaitu CBL melewati Marunda, Jakarta Utara.

Untuk tahap 2, Pelindo II berencana menambahkan rute kanal dari Tanjung Priok menuju Cikampek, di mana akan menghubungkan arus logistrik dari Tanjung Priok menuju kawasan industri Cibitung - Cikarang di Bekasi serta di Cikampek, Karawang.


Lantas, bagaimana dengan proses pembangunannya?

Pembangunan terminal CBL akan dibangun Kementerian Perhubungan, pembangunan dan pengembangan kanal CBL dilakukan oleh Pemprov dan Kementerian PUPR, dan peninggian jembatan CBL dilakukan t.Kementerian PUPR.

Izin prinsip pengusahaan sumber daya alam dalam rangka proses konstruksi proyek ii sudah diterbitkan. Mulai dari rekomtek dermaga, rekomtek peninggian jembatan CBL, sampai dengan ijin pengusahaan sumber daya alam dermaga dan jembatan.

Meski demikian, ada beberapa hal yang masih dalam proses, seperti rekomtek pengerukan, utilitas pipa gas dan pipa minyak, saluran irigasi, sampai dengan konfirmasi batas lahan barang milik negara (BMN) milik BBWS Citarum/Cilicis.

Proyek ini memiliki nilai investasi sebesar Rp 3,4 triliun, dan proses konstruksi diharapkan bisa dilakukan tahun ini. Pada 2021 mendatang, pembangunan Inland Waterway diharapkan dapat beroperasi penuh.

(Sumber - cnbcindonesia.com)

Related Post

Comment